{"id":1935,"date":"2018-05-15T01:17:36","date_gmt":"2018-05-15T01:17:36","guid":{"rendered":"http:\/\/intp.fapet.ipb.ac.id\/?p=1935"},"modified":"2018-05-15T01:19:07","modified_gmt":"2018-05-15T01:19:07","slug":"cegah-pakan-tengik-peneliti-ipb-manfaatkan-daun-mengkudu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/?p=1935","title":{"rendered":"Cegah Pakan Tengik, Peneliti IPB Manfaatkan Daun Mengkudu"},"content":{"rendered":"<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium\" src=\"https:\/\/ipb.ac.id\/media\/images\/news\/cegah-pakan-tengik-peneliti-ipb-manfaatkan-daun-mengkudu-news.jpg\" width=\"360\" height=\"240\" \/>Kualitas fisik\u00a0<em>pellet\u00a0<\/em>dan masa simpan sebuah\u00a0<em>pellet\u00a0<\/em>pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan. Dwi M Suci peneliti dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanain Bogor (IPB) menjelaskan bahwa proses penyimpanan dapat menurunkan kualitas dari pellet. Penurunan kualitas dari\u00a0<em>pellet\u00a0<\/em>yang disimpan dapat disebabkan oleh peningkatan kadar air dan oksidasi lemak pada\u00a0<em>pellet<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, daun mengkudu dapat dijadikan sebagai suplementasi pakan. Penggunaannya sebagai suplementasi pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan itik dan meningkatkan efisiensi pakan. Daun mengkudu dalam jumlah yang cukup akan menjadi bahan penguat\u00a0<em>pellet\u00a0<\/em>dan berfungsi sebagai kerangka yang akan mempengaruhi\u00a0<em>die\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>roller\u00a0<\/em>pada mesin\u00a0<em>pellet.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDaun mengkudu merupakan salah satu suplemen pakan alternatif yang mengandung antioksidan di dalamnya. Kandungan antioksidan pada daun mengkudu sebesar 19.08 persen. Penggunaan antioksidan merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang disebabkan lemak pada\u00a0<em>pellet\u00a0<\/em>sehingga dapat memperpanjang masa penyimpanan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dwi beserta peneliti lainnya yaitu Akbar, M.R.L, dan I. Wijayanti dari departemen yang sama mencoba mengevaluasi kualitas\u00a0<a name=\"m_-4021151365247474991_m_4949917697801269541_m_-1219058773536682260__GoBack\"><\/a>fisik pellet pakan itik yang menggunakan tepung daun mengkudu serta disimpan selama 6 minggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari percobaannya, peneliti ini mengungkapkan bahwa penggunaan tepung daun mengkudu 2.5 sampai 7.5 persen tidak menurunkan kualitas fisik pakan pellet pakan itik tetapi dengan adanya penyimpanan sampai 6 minggu menurunkan kualitas fisik pellet pakan itik. Penyimpanan pakan pellet itik sampai 6 minggu tidak menyebabkan kandungan lemak kasar pakan pellet berkurang akan tetapi dengan adanya penyimpanan tersebut kandungan air dan aktivitas air meningkat dan konsentrasi bilangan peroksida dalam lemak kasar pakan pellet meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBaik pakan yang diberi tambahan dengan daun mengkudu atau tidak, masih bisa diberikan kepada itik. Akan tetapi pakan yang diberi tambahan daun mengkudu memiliki tingkat ketengikan yang lebih rendah sehingga itik lebih palatabel (lebih disukai),\u201d ungkap Akbar (ipb.ac.id)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kualitas fisik\u00a0pellet\u00a0dan masa simpan sebuah\u00a0pellet\u00a0pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan. Dwi M Suci peneliti dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanain Bogor (IPB) menjelaskan bahwa proses penyimpanan dapat menurunkan kualitas dari pellet. Penurunan kualitas dari\u00a0pellet\u00a0yang disimpan dapat disebabkan oleh peningkatan kadar air dan oksidasi lemak pada\u00a0pellet. Sementara itu, daun mengkudu dapat dijadikan sebagai suplementasi pakan. Penggunaannya sebagai suplementasi pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan itik dan meningkatkan efisiensi pakan. Daun mengkudu dalam jumlah yang cukup akan menjadi bahan penguat\u00a0pellet\u00a0dan berfungsi sebagai kerangka yang akan mempengaruhi\u00a0die\u00a0dan\u00a0roller\u00a0pada mesin\u00a0pellet. \u201cDaun mengkudu merupakan salah satu suplemen pakan alternatif yang mengandung antioksidan di dalamnya. Kandungan antioksidan pada daun mengkudu sebesar 19.08 persen. Penggunaan antioksidan merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang disebabkan lemak pada\u00a0pellet\u00a0sehingga dapat memperpanjang masa penyimpanan,\u201d ujarnya. Dwi beserta peneliti lainnya yaitu Akbar, M.R.L, dan I. Wijayanti dari departemen yang sama mencoba mengevaluasi kualitas\u00a0fisik pellet pakan itik yang menggunakan tepung daun mengkudu serta disimpan selama 6 minggu. Dari percobaannya, peneliti ini mengungkapkan bahwa penggunaan tepung daun mengkudu 2.5 sampai 7.5 persen tidak menurunkan kualitas fisik pakan pellet pakan itik tetapi dengan adanya penyimpanan sampai 6 minggu menurunkan kualitas fisik pellet pakan itik. Penyimpanan pakan pellet itik sampai 6 minggu tidak menyebabkan kandungan lemak kasar pakan pellet berkurang akan tetapi dengan adanya penyimpanan tersebut kandungan air dan aktivitas air meningkat dan konsentrasi bilangan peroksida dalam lemak kasar pakan pellet meningkat. \u201cBaik pakan yang diberi tambahan dengan daun mengkudu atau tidak, masih bisa diberikan kepada itik. Akan tetapi pakan yang diberi tambahan daun mengkudu memiliki tingkat ketengikan yang lebih rendah sehingga itik lebih palatabel (lebih disukai),\u201d ungkap Akbar (ipb.ac.id)<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1937,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935"}],"collection":[{"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1935"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1936,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1935\/revisions\/1936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/intp-fapet.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}