Melalui Program Dosen Pulang Kampung 2026, Tim Fapet IPB University Mentransfer Teknologi Ransum Flushing dan Creep Feed guna Mendukung Produktivitas Domba Unggul di Ngaglik Farm

Sleman, 19 September 2026 – IPB University melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026 menyelenggarakan pelatihan manajemen pemeliharaan dan pembuatan pakan fungsional bagi kelompok peternak domba di Kandang Bhumi Ngaglik Farm, Dusun Ngaglik, Desa Argomulyo, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Kegiatan bertema “Penguatan Manajemen Nutrisi Reproduksi melalui Pendampingan Aplikasi Pakan Fungsional untuk Mengoptimalkan Potensi Genetik Domba Unggul” ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, M.S. dari Fakultas Peternakan IPB University.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber pakar dari Divisi Nutrisi Ternak Daging dan Kerja (NTDK), Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fapet IPB, yaitu Dr. Ir. Lilis Khotijah, M.Si. yang menyampaikan materi penyuluhan ransum flushing dan Prof. Dr. Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc. yang menyampaikan materi penyuluhan pakan creep feed, dengan dipandu oleh Dr. Dilla Mareistia Fassah, S.Pt., M.Sc. dan dimoderatori oleh Prof. Dr. ir. I Komang Gede Wiryawan.

Menurut Dr. Lilis Khotijah, M.Si., manajemen nutrisi fungsional merupakan salah satu pilar utama keberhasilan usaha pembibitan domba. Pemberian pakan berkualitas tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok ternak, melainkan juga menjadi bentuk intervensi terukur untuk memicu kinerja organ reproduksi induk.
| “Kita buat formula pakan flushing sebagai pakan booster saat program reproduksi, untuk mendampingi ternak-ternak yang genetiknya bagus agar produktivitasnya maksimal.” — Dr. Ir. Lilis Khotijah, M.Si., Dosen Fapet IPB University |
Dalam sesi penyuluhan, strategi ransum flushing diperkenalkan sebagai pemberian pakan suplemen berenergi dan bernutrisi tinggi menjelang dan pada awal musim perkawinan untuk merangsang hormon reproduksi serta meningkatkan angka kelahiran anak kembar. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc. membedah pentingnya pakan creep feed untuk mengawal pertumbuhan anak domba (cempe) dari lahir hingga masa sapih.
| “Creep feed merupakan pakan fungsional untuk mengawal pertumbuhan anak domba dari lahir sampai sapih. Saat pertumbuhan tinggi, kita harus booster dengan pakan yang berkualitas.” — Prof. Dr. Ir. Asep Sudarman, M.Rur.Sc., Dosen Fapet IPB University |
Selain ransum flushing dan creep feed, tim dosen Fapet IPB juga memperkenalkan berbagai inovasi pakan fungsional hasil riset kampus, seperti herbal mineral block, pakan khusus pejantan, milk replacer (susu pengganti) untuk anak domba, serta pakan transportasi yang dirancang khusus untuk menekan tingkat stres dan mencegah penurunan bobot badan drastis saat ternak didistribusikan.

Pemilik Kandang Bhumi Ngaglik Farm, Pak Rahmat Setiawan, menjelaskan bahwa unit usahanya berfokus pada pembibitan genetik persilangan pejantan Dorper dengan induk lokal (seperti Garut dan Cross Texel) untuk menghasilkan F1 Dorper. Hasil persilangan tersebut mampu mencapai bobot 15–20 kg pada usia 3 bulan dan mencapai 50 kg pada usia 1 tahun. Ia menyambut baik edukasi pakan fungsional ini karena kondisi pasar domba saat ini sudah bergeser dari sistem borongan (jogrok) menuju sistem penimbangan bobot kiloan.
| “Kondisi pasar saat ini rata-rata sudah menggunakan sistem timbangan kiloan. Manajemen pakan seperti creep feed dan flushing ini sangat kami perlukan agar pertumbuhan ternak cepat dan terukur.” — Pak Rahmat Setiawan, Pemilik Kandang Bhumi Ngaglik Farm |
Ketua tim kegiatan, Prof. Dr. Ir. Dewi Apri Astuti, M.S., menekankan bahwa potensi genetik unggul harus diimbangi dengan asupan nutrisi yang presisi. Hal senada disampaikan oleh Direktur SDM IPB University, Prof. Dr. Ir. Sri Suharti, S.Pt., M.Si., yang menjelaskan bahwa program Dosen Pulang Kampung diinisiasi oleh Rektor IPB agar para akademisi dapat mengamalkan inovasi risetnya di daerah asal masing-masing di seluruh Indonesia.

| “Ketika genetik ternak sudah bagus, jika pakannya tidak mendukung maka potensinya tidak dapat berkembang maksimal. Kami berharap kerja sama dengan Buminglik Farm ini bersifat kontinu dan menjadi kemitraan binaan berkelanjutan.” — Prof. Dr. Ir. Sri Suharti, S.Pt., M.Si., Direktur SDM IPB University |
Lurah Desa Argomulyo mengapresiasi keikutsertaan Kandang Bhumi Ngaglik Farm dan BUMKal Argomulyo dalam menyerap ilmu pakan fungsional ini guna memperkuat program ketahanan pangan desa. Melalui kegiatan Dospulkam IPB 2026, para peternak di Desa Argomulyo diharapkan dapat membuat paguyuban ternak bersama, lalu mampu menerapkan manajemen pakan reproduksi secara terencana sehingga mendukung terbentuknya populasi domba unggul yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi di Kabupaten Sleman.










