Tim Divisi Nutrisi Ternak Perah, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (2/11/2026) untuk membahas hasil penerapan teknologi lemak terproteksi (Ca-Soap) pada sapi perah di wilayah KPBS Pangalengan. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) yang difasilitasi oleh LP2AI, IPB University ini bertujuan untuk menanggulangi masalah Negative Energy Balance (NEB) dan paparan stres panas ringan (THI > 74) yang memicu penurunan produktivitas ternak. Menurut Prof. Despal, lemak terproteksi menjadi solusi efisien karena memiliki nilai heat increment yang rendah, sehingga dapat menyediakan energi tambahan tanpa memicu kenaikan suhu tubuh sapi secara berlebihan.
Hasil uji coba demo plot selama enam minggu pada 20 ekor sapi laktasi milik 10 peternak mitra menunjukkan capaian yang sangat positif dari berbagai aspek. Pemberian 200 gram Ca-Soap per hari terbukti aman bagi respons fisiologis seperti suhu tubuh, frekuensi napas, dan denyut jantung, sekaligus menjaga kondisi fisik sapi tetap bugar. Dari segi produksi, teknologi ini efektif mempertahankan persistensi kurva laktasi dengan menekan penurunan produksi pascapuncak laktasi hingga kurang dari 5%. Secara ekonomi, tambahan biaya pakan sebesar Rp4.000 per ekor per hari dengan harga Ca-Soap Rp20.000 per kilogram sudah memberikan margin keuntungan yang memadai bagi peternak, dengan asumsi kenaikan produksi minimal 1 liter susu per hari pada harga Rp8.000 per liter.
Melihat keberhasilan tersebut, para peternak menyatakan minat untuk melanjutkan penggunaan Ca-Soap secara berkelanjutan dan berencana menginisiasi pembuatan sabun kalsium secara mandiri menggunakan minyak sawit lokal. Sinergi yang terjalin antara akademisi, industri, dan peternak ini mempertegas komitmen IPB University untuk terus menghadirkan inovasi terapan demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia.










